Alhamdulillah rasa syukur yang amat
dalam saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesempatan
untuk bisa berkuliah di salah satu Universitas terbaik di Indonesia, sebuah
Universitas yang letaknya di kota istimewa di Indonesia. Selain itu, saya juga
mengucapkan terimakasih pada orang tua saya karena berkat dorongan, support,
serta doa mereka saya bisa melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dan disini saya akan membagikan sedikit kisah saya tentang bagaimana perjuangan
saya hingga bisa mendapatkan kata “Selamat anda lolos seleksi di prodi....”.
dan perjuangan pun dimulai dari sini. Kayanya kalau menggunakan kata saya
terlalu baku ya hehehe baiklah enaknya memakai kata aku saja.
Perkenalan dulu ya nama ku Dyah Ayu
Sekarini, teman teman bisa panggil aku Dyah. Aku berasal dari kabupaten kecil
di Jawa Timur tapi meskipun kecil kabupaten tersebut memiliki sebuah budaya
yang mendunia wkwk kota kelahiranku biasa disebut kota reog nah, tau kan ?
hahaha. Aku dulu bersekolah di Sman 3 Ponorogo sekolah yang biasa kalau hujan
deras dan lama bisa banjir haha tapi aku yakin Smaga jauh lebih baik lagi
infrastrukturnya sekarang ya walaupun dulu waktu aku kelas 10 sempat ada kerja
bakti untuk membersihkan kelas yang terkena banjir serta lumpur. Di Smaga ini
pula aku memantapkan pilihanku untuk melanjutkan kuliah dimana. Sebelum masuk
di cerita memilih pilihan sewaktu SMA, aku mau flashback dulu ya ke masa SD
dimana aku mulai tertarik suatu hal. Okee kita mulai ya... kalau tidak salah
sewaktu kelas 5 Sd dulu aku menjadi salah satu siswa dengan nilai UAS mata
pelajaran IPA tertinggi di kelas dan sejak saat itu masih teringat di
bayanganku guruku IPA kelas 5 SD pernah bilang kalau “kayanya kamu cocok deh
buat memperdalam IPA ini nilainya bisa bagus sendiri loh teman-teman lainnya
bolehlah diajari gimana caranya belajar IPA”. Dari situlah aku mulai pd dan
suka dengan IPA terutama Biologi aku bukanlah anak olimpiade ipa yang memang
benar-benar mengerti tentang mata pelajaran tsb, aku hanyalah siswa biasa yang
entah mengapa sejak guruku bilang begitu aku langsung tertarik dan sangat suka
IPA. Selain karena pujian dari guruku tersebut aku lebih tertarik lagi dengan
Biologi yaitu karena sekolahku SD kan satu komplek gitu dengan SMA jadi
otomatis sering ketemu kakak-kakak SMA. Waktu itu ada salah satu kakak SMA yang
sedang menunggu jemputan dan aku bersama teman-temanku akan membeli jajan kalau
tidak salah dan sembari berjalan aku melihat kakak tadi membawa buku tebal
bertuliskan Biologi otomatis aku hampiri dia dan aku tanya dengan kepolosan
anak sd “kak, buku nya tebel banget?”, “hehehe iya dek ini buku biologi nanti
kalau kamu SMA juga pasti dapet kok asalkan milih jurusan IPA aja”, imajinasi
ku pun berjalan aku membayangkan nanti SMA aku harus masuk jurusan IPA agar
bisa mendapat mata pelajaran Biologi lebih dalam apalagi nanti masuk nya ke
kelas IPA 1 wahh keren itu imajinasi ku sewaktu sd dulu wkwkw.
Perjuangan demi perjuangan aku
lewati sewaktu SMP, aku selalu mengusahakan nilai IPA ku harus bagus
bagaimanapun caranya se ambis itu diriku wkwk. Dan hal itu pun terwujud usahaku
selama ini tidak sia-sia. Mata pelajaran IPA menjadi nilai terbaik di Ujian
Nasional SMP ku. Setidaknya aku bisa membuktikan omongan guruku Sd benar jika
memang ako cocok memperdalam ipa terutama biologi. Sebenarnya bapak menyarankan
aku masuk di SMK terbaik di ponorogo saat itu dengan jurusan arsitektur. Hah?
Arsitektur aku tidak suka menggambar dan tidak berbakat namun demi membuat
bapak senang aku turuti kata beliau aku mendaftarkan diri di SMK tersebut lewat
jalur nilai UN, 3 hari berjalan nilaiku masih aman tapi, hatiku menolak
bersekolah disini bukan karena sekolah ini jelek atau bagaimana tapi jika aku
masuk SMK aku tidak bisa mengejar impianku jadi saintis dong. Aku tetap saja
diam dan bapak sangat bersemangat mungkin ini karena aku dan adikku perempuan
jadi beliau ingin jika aku yang anak pertama lulus SMK bisa langsung bekerja.
Hari ke 4 ternyata nilaiku tidak memenuhi kuota aku senang sekali namun, aku
melihat bapak kecewa aku pun sempat meminta maaf dan berani mengutarakan niatku
untuk masuk sekolah SMA awalnya bapak tidak setuju tapi ibu membela ku, beliau
bilang kejar apa yang kamu ingikan bapak dan ibu hanya bisa mendukung, masa
depanmu ada ditangan mu, lakukan hal yang membuat kamu senang tentu dengan
tanggung jawab. Seketika aku langsung mendapat lampu hijau dan aku bersemangat
mendaftarkan diri di SMAN 3 Ponorogo. Dan diterima, yesss!!!!
Waktu berjalan sangat cepat memasuki
masa-masa MOS SMA dan aku diharuskan mengikuti tes untuk mengetahui aku cocok
di jurusan apa, aku selalu berdoa pada Allah jika Allah mengijinkan aku
mewujudkan imajinasi ku sewaktu SD masuk jurusan IPA dan kelas nya IPA 1. Hari
pengumuman pun tiba dan saat itu nama-nama pembagian kelas di tempel di mading
sekolahan. Dengan berdesak-desakan aku mulai mencari namaku dan aku mencari
namaku mulai dari kelas IPS karena aku siap menerima segala jawaban atas
doa-doa ku selama ini. Kelas demi kelas aku baca satu persatu lah kok namaku
tidak ada ya? Gumamku dalam hati semakin deg-deg an hati ini dan akupun
mengetahui namaku dari temanku yang memanggil “woyy Dy namamu ada disini, IPA
1!!!!” aku kaget dan tidak percaya, sebaik itukah Allah mengabulkan doa ku
walaupun sewaktu tes aku tidak enak badan dan mengerjakan tidak serius. Mulai
dari situ aku percaya mukjizat itu nyata. Jika dipikir sepele sih dan mungkin
terkesan tidak penting apa yang aku harapkan namun, bagiku masuk di kelas
dengan embel” 1 luar biasa hahaha. Aku pun harus beradaptasi dengan lingkungan
SMA apalagi kelas eksak yang semua memakai logika namun, aku harus bisa
melewati ini semua aku harus bisa bertanggung jawab dengan pilihanku, aku masuk
IPA aku harus terima setiap hari bertemu fisika, kimia, matematika. Lagi-lagi
aku selalu takjub dengan pelajaran Biologi, aku semakin tertarik dengan
pelajaran ini aku memantapkan pilihanku untuk berkuliah di prodi Biologi. Saat
itu UNS merupakan universitas pilihanku untuk melanjutkan studiku. Aku menyesal
karena kurang serius dalam menaikkan nilai di raport akibatnya ya nilai rapotku
biasa saja tidak ada yang istimewa. Gagal dalam SNMPTN sudah pasti sih padahal
aku bukan memilih UNS di SNMPTN kali ini. Lepas SNMPTN aku bangkit dan belajar
SBMPTN yang aku pun tidak mengira soalnya akan sesusah ini. Gila gila
matematika fisika kimia saja aku tidak paham, ingin aku lintas jurusan namun,
pada soshum kan tidak bisa memilih prodi Biologi jadi aku tetap memilih saintek
walaupun aku harus berhadapan dengan 3 mapel itu. Dan universitas yang aku
pilih tidak main-main sih wkwkw UGM,UNS,UIN malang dengan prodi biologi semua.
Ngawur ? pasti. pilihan sbm tinggi tapi usaha biasa saja ya sudah jelas
hasilnya bisa ditebak. Gagal lagi. Namun aku tidak putus asa untuk masuk UNS
kali ini aku memilih jurusan diluar biologi dan kalian tau apa? Wkwk aku
memilih agribisnis lewat jalur seleksi mandiri UNS, dan aku lolos guys tapi aku
biasa saja sih. Ya aku masih sama dengan yang lain “Asalkan kuliah di PTN”
jurusan apapun aku terima saat itu aku
mengesampingkan impianku demi bisa masuk PTN tidak peduli apapun
jurusannya yang penting UNS. Namun, aku tidak berhenti sampai situ saja aku
ikhlaskan UNS ku demi biologi ku mungkin kalian berpikir aku bodoh melepas
begitu saja prodi yang mungkin menjadi tangisan ribuan calon mahasiswa yang
tidak lolos namun, aku hanya menegaskan kalian tidak ada mengjudge orang lain
tanpa tau alasanya apa. Sekali lagi aku ikut SM UTUL UNY saat itu dan aku mulai
serius karena ini harapan terakhirku untuk bisa masuk biologi dan benar saja
aku belajar lebih serius daripada sbm lalu, aku berlangganan zenius saat itu.
Dengan sisa waktu yang ada aku berusaha ngebut sekuat tenaga hahaha demi
impianku. Aku rada kesal sih dengan menggunakan zenius tapi aku belum bisa
menjebol fisika dan matematika. Namun, soal biologi dan kimia terasa mudah
bagiku. Dan strategiku saat itu jika aku tidak bisa matematika dan fisika aku
menjawab dengan menggunakan inisal bapakku dan ibuku. Pasti kalian aneh kan
bacanya apalagi aku hahah entah darimana aku mendapatkan cara tersebut tapi
cara ini bisa membawaku tembus Biologi UNY. Sekali lagi aku percaya mukjizat
Allah selalu ada. Sewaktu mengerjakan memang aku merasa jika aku akan diterima
tapi aku juga harus siap menerima jika aku gagal lagi. Dan saat pengumuman tiba
aku sangat-sangat ragu untuk membuka. Biasanya aku membuka pengumuman dengan
ibuku tapi kali ini beliau sedang lembur dikantor jadinya aku beranikan diri
membuka pengumuman itu sendirian siap tidak siap hasil dari pengumuman tersebut
akan tetap sama dibuka besok pun jika gagal hasil akan tetap sama. Tepat pukul
17.24 aku ingat sekali aku buka pengumuman tersebut dan hasilnya “SELAMAT ANDA
LOLOS SELEKSI MANDIRI UJIAN TULIS DI PRODI S1 BIOLOGI” aku langsung sujud
syukur saat itu Allah menjawab segala doa dan perjuangan ku, Allah mengabulkan
doaku berkuliah di prodi Biologi. Orang pertama yang aku telfon adalah ibuku
sambil sesenggukan aku bilang jika “terimakasih buk selama ini support nya,
terimakasih kepercayaannya, terimakasih doanya berkat doa-doa ibuk aku lolos
biologi”. 1 hal yang ingin aku sampaikan pada kalian yang membaca ini baik
kalian yang sedang berjuang, berjuanglah terus sampai titik darah penghabisan,
kalian harus yakin kalian bisa, jangan pedulikan apa kata orang ini masa
depanmu, jika kalian hanya sekedar “yang penting kuliah” apakah kalian mau 4
tahun seperti dipenjara? Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman, buktikan
pada orang lain jika kalian bisa, ingat kalian masih punya orangtua yang ada
dibelakang kalian apalagi ibu yang aku pun yakin doa-doa beliau sangat manjur,
usaha tidak akan menghianati hasil percayalah. Selamat berjuang jangan sia-sia
kan kepercayaan orang tau dan salam hangat dari Jogjakarta kota istimewa di
Indonesia J
Komentar
Posting Komentar